Selasa, 10 November 2020

BERBAGI ITU INDAH

 


RESUME BELAJAR MENULIS : BAGIAN KE 16

“ Saya, hanya sebutir pasir yang banyak dijumpa. Masih harus banyak belajar dan belajar banyak”

Itu merupakan  sebuah kalimat  bijak yang mengawali  pertemuan kami di kelas  belajar menulis  di pertemuan ke 16 ini. Sebuah kalimat yang sangat menyentuh dari seorang narasumber  sesosok ibu muda yang penuh kharisma, Ditta Widya Utami, S.Pd. adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990. Di awal pertemuan narasumber mengatakan bahwa “ Berbagi adalah salah satu cara ampuh untuk belajar”. Untuk itu beliau akan berbagi ilmu dan pengetahuan  terkait menulis dan menerbitkan buku.

Pada dasarnya menulis itu mudah bagi guru seperti kita , karena setiap hari mungkin kita pasti menulis, contohnya menulis  chat media asocial, menulis jurnal harian mengajar, menulis feedback untuk tugas siswa dan lain sebagainya. Tapi, ketika harus menulis buku rasanya sulit sekali. Serasa ide hilang tanpa bekas. Pada kesempatan kali ini narasum akan berbagi tips untuk mengatasi masalah-masalah yang menghambat dalam kegiatan menulis. Ada beberapa tips yang di lakukan untuk mengatahi hambatan dalam menulis , diantaranya sebagai berikut :

 

1.   Ikut kelas menulis

Contohnya kelas menulis bersama Om Jay ,yang punya banyak manfaat di antaranya :

·    Mendapat berbagai macam  ilmu tentang menulis maupun ilmu pengetahuan lain

·        Mendapatkan motivasi untuk terus menulis

·        Mendapatkan tips dan trik menulis yang baik

·        Mendapat kejutann yang tak terduga( hadiah)

2.   Ikut komunitas menulis

·        Dalam  komunitas  kita bisa berbagi tulisan dan membaca tulisan orang lain sehingga kemampuan menulis kita pun akan semakin terasah.

3.   Ikut lomba menulis

·  Dengan mengikuti lomba, kita bisa belajar membuat tulisan dengan berbagai tema dalam waktu yang tentunya sudah terjadwal

·    Dengan ikut lomba jika tidak menang  kita akan tahu  dimana letak kekurangan kita. Sehingga dikemudian hari, kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

4.   Menulis apa saja yang ada di sekitar/dalam keseharian kita

·        Hal-hal yang ada di sekitar kita bisa kita jadikan bahan / ide         untuk menulis

5.   Menulis apa saja yang kita suka

·  Menulis apa yang kita sukai akan membuat minat menulis  bertahan lama

Berbagai media untuk menulis, diantaranya sebagai berikut :

1.      Blog

2.      Buku harian

3.      HP/Laptop

4.      Platform menulis online seperti wattpad dan storial

5.      Medai social seperti facebook, whattshap, instagram dll

 Ada beberapa hal yang membedakan saat kita menulis buku solo dan kolaborasi

1.   Buku solo

·        Bebas menentukan apa temanya dan kapan mau selesainya

·        Proses pengajuan ke penerbit  harus diurus secara mandiri.

·        Biaya yang dikeluarkan lebih besar karena di tanggung sendiri

2.   Buku kolaborasi :

·    Harus sesuai tema sesuai ketentuan dan waktunya pun sesuai yang dijadwalkan

·        Sebagai  peserta  proses pengajuan ke penerbit sudah ada yang handle

·     Biaya yang di keluarkan lebih murah karena di tanggung bersama oleh penulis

Cara agar konsisten produktif dalam menulis, menurut Ibu Dita :

a. Mencari apa saja yang akan di tulis, walaupun hanya satu paragraph apapun medianya

b.   Mengusir rasa malas dengan  merefresh otak dan hati terlebih dahulu dengan berbagai cara misalnya dengan melakukan hal yang kita sukai, membaca buku ringan yang menghibur.

c. Berani mengambil tantangan untuk menulis dalam waktu tertentu, misalnya 1 minggu harus jadi

 

Diakhir pertemuan narasumber menutup dengan kalimat bijak.

 

“Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui, dan untuk setiap waktu yang kau miliki.”

Salam Literasi…

Salam guru hebat Indonesia…


Sabtu, 07 November 2020

STRATEGI PEMASARAN BUKU PADA MASA PANDEMI COVID-19

 


RESUME BELAJAR MENULIS : BAGIAN 15

“Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku”

Uraian diatas merupakan pengantar yang di sampaikan oleh narasumber belajar menulis pada pertemuan ke-15. Beliau adalah Bapak Agustinus Subardia yang menjabat sebagai Direktur Pemasaran di penerbit Andi. Pada pembelajaran menulis kali ini narasumber mengangkat tema ‘’STRATEGI PEMASARAN BUKU DI SAAT PANDEMI COVID-19” . Tentunya tema ini sangat menarik bagi saya sebagai penulis pemula yang belum ada apanya , yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.

Dari membaca tema tersebut ,mengingatkan saya pada sebuah kenyataan yang saya alami,  bahwa semejak datangnya musibah ini membuat roda kehidupan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Di berbagai sektor kehidupan semua berubah . Tentunya perubahan ini membuat dampak yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Contohnya pada dunia pendidikan . Dulu sebelum pandemi  biasanya kami mengajar dengan tatap muka tapi sekarang hal itu tidak bisa kami lakukan lagi.

Pada sektor ekonomi menyebabkan makin terasa berat menggerakkan  perekonomian dalam negeri, terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Begitu pula dengan yang dirasakan oleh pelaku usaha Penerbitan Buku seperti yang disampaikan oleh narasumber. Pada pelaku usaha bidang ini terjadi penurunan pendapatan dan terganggu kegiatan usahanya.

Menurut Bapak Agustinus Subardia, perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi.  Dampak Penjualan  Buku Selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang Penerbitan Buku . Adapun dampaknya   yaitu sebagai berikut :

1.    Jaringan toko buku sebagian  tutup

2.    Pengunjung toko buku sepi

3.    Penurunan omzet sampai 60-90%

4.    Pelaku usaha mengurangi jumlah terbit buku baru dan   mengurangi distribusi ke toko buku

5.    Beberapa penerbit gulung tikar sehingga tidak produksi lagi

6.    Pemasaran yang langsung ke sekolah-sekolah/ Perguruan Tinggi/ instansi-instansi tidak bertemu langsung sehingga kurang maximal dalam menawarkan produk-produk buku

7.    Semua konsumen/pelanggan buku umum , sekolah-sekolah, instansi-instasi mengurangi pembelian buku karena anggarannya di alihkan untuk pembelian alat-alat kesehatan untuk pencegahan covid-19

 

Gambar grafik penurunan buku Gramedia pada masa Pandemi

Dalam rangka untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku , selama pandemic Covid 19 ini supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka  perlu  strategi pemasaran. Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Misalnya Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

Dari jenis – jenis katagori buku tersebut  akan dilakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.      Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.  Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

 A.   Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (On Line )

1.    Pentingnya Transformasi Digital

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industry, terutama sektor Industri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strategi  utama yang kita pakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku .Adapun Manfaat Digital Marketing antara lain :

a.     Biaya terjangkau/ murah

b.     Daya jangkauan luas

c. Mudah menetukan target pasar buku yang kita tawarkan sesuai katagori

d.     Komunikasi dengan konsumen lebih mudah dan cepat

e.     Lebih cepat populer

f.        Sangat mambantu meningkatkan penjualan

g.     Mudah di evaluasi dan di kembangkan kearah yang lebih baik

Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :

a. Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial

b.  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

c.     Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

d.     Menaikan penjualan dan profit

e.  Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

f.    Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

g.  Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.

Media Online yang dapat kita pakai untuk promosi dan penjualan buku diantaranya :

·        Telepon

·        Whattshap

·        Short Message Service (SMS)

·        Email

·        Telegram

·        FaceBook (FB)

·        Instragram

·        youtube , dll.

2.    Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Jaringan komunitas bisa kita gunakan sebagai sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi pada  penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

B.    Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Strategi pemasaran buku serangan darat di kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

a.   Toko Buku

Toko buku dapat di petakan menjadi tiga jenis yaitu :

·  Toko Buku Modern, (system transaksi mengikuti perkembangan teknologi dengan system centralisasi)

·        Toko Buku Semi Modern( system administrasi penjualan per toko)

·        Toko Buku Tradisional (system transaksi manual)

        Strategi Promosi di toko buku Modern  , antara lain sebagai berikut :

·        Menguasai display buku

·  Mendakan promosi di internal toko dengan memasang produk promo

·        Mengadakan bedah buku(talkshow dan potongan harga)

·      Mengadakan event tematik sesuai momet bulan berjalan(program Ramadhan)

b.   Directselling / kunjungan langsung

Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling di bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

· Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

·        Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

·   Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

 

3.    Melakukan Event – Event

Aktive dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.

“Tenaga pemasaran buku sangat bangga sebagai ujung tombak dalam menyebarluaskan karya – karya tulisan ilmu pengetahuan yang sangat berdampak sekali melalui jalur non formal, ikut serta dalam  mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia”.

Menulis adalah berjuang , Penulis adalah Pahlawan yang akan di kenang selama – lamanya. Lembaran karya adalah medan pertempuran, Pena adalah senjatanya.

"Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca.

Membaca adalah jendela dunia”.

 

Salam Literasi

Salam Guru Hebat Indonesia



Kamis, 05 November 2020

MENGENAL DUNIA PENERBITAN BUKU

 


RESUME BELAJAR MENULIS : BAGIAN 14

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, saya masih bisa stay pada  kegiatan belajar menulis bersama Om Jay sampai ke pertemuan 14 ini.  Tak mudah bagi saya sampai tahap ini,  yang mana saya telah di sibukkan dengan berbagai kegiatan di 3 sekolah tempat saya mengajar dan juga kesibukan sebagai ibu rumah tangga serta  insan bermasyarakat. Kebetulan saya mengajar di3 sekolah yang berbeda. Di SD  sebagai sekolah induk pada pagi hari  dan    di SMP PGRI serta  MTs Swasta di siang harinya sebagai sekolah non induk .

 Sebagai manusia biasa, kadang merasakan lelah yang luar biasa. Tapi kesibukan saya tersebut tidak menyurutkan semangat saya untuk terus mengikuti pelatihan belajar menulis bersama Om Jay. Hal ini di karenakan saya telah merasakan manfaatnya , diantaranya bisa menambah ilmu dan juga saudara serta lebih mengenal orang-orang besar di dunia  penerbitan buku.

Seperti malam hari ini pelatihan akan di isi oleh narasumber yang telah berkecimpung di dunia penerbitan selama 20 tahun. Beliau adalah bapak Edi S. Mulyanta  , yang memegang bagian Operasional Penerbitan ANDI Offset. Beliau lahir di Yogjakarta pada 24 Mei 1969. Salah satu hobinya memang menulis, walaupun ada hobi lain, yakni membaca, olah raga dan musik. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana di Jurusan Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1994, kemudian melanjutkan ke jenjang magister di Magister Teknologi Informasi Fakultas Elektro UGM Yogyakarta 2006 Tak sedikit buku yang telah beliau terbitkan diantaranya adalah buku “Lebih Kreatif dengan Adobe Photoshop CS4 2008”

Pada kesempatan kali ini beliau akan membagi pengalamannya selama 20 tahun berkarier di dunia penebitan buku.  Bekerja pada divisi opersional penerbitan beliau mempunyai tugas sebagai berikut :

1.   Mengamati trend konten buku yang tersebar di pasar

2.   Memberikan resume tema apa yang sedang menarik pasar pada saat itu.

3.   Memetakan pesaing  dan target penulis yang menjadi sasaran

4.   Mencari prospek penulis yang mempunyai kemampuan seperti trend yang sedang kita pelajari.

Menurut bapak Edi S.Mulyanta,  kadang  calon penulis justru mempunyai insting yang lebih tajam dari penerbit, sehingga sering terjadi penerbit tertinggal informasi dibandingkan dengan penulis. Hal inilah yang menarik, karena penerbit belajar dari data-data histori pemasaran sedangkan penulis terkadang telah melangkah lebih jauh dengan prediksi yang mungkin telah dipelajari sebelumnya. Penulis menguasai konten, sedangkan penerbit menguasai data pemasaran. Langkah yang dilakukan adalah melakukan link and match antara data history dan data trend ke depan.  Inilah pentingnya komunikasi yang harus dijalani antara calon penulis dengan calon penerbitnya, karena keduanya terkadang dalam cara pandang yang berlainan. Penulis lebih ke konten yang dikuasai, sedangkan penerbit lebih banyak bobot pemasarannya.

 

Kunci keberhasilan untuk dapat masuk ke dunia penerbitan menurut Bapak Edi S.Mulyanta:

1. Penulis memerlukan media untuk menyampaikan maksud dan tujuannya menerbitkan buku.

2.   Penulis harus bisa memperhitungkan  masalah pasar yang  ada

3.   Penulis memahami  idealisme yang dipegang oleh penerbit.


struktur ISBN


Berikut ini merupakan  komunitas /organisasi   penerbit   yang  diakui oleh pemerintah (Penerbit ini yang secara hukum diperbolehkan mengeluarkan ISBN di bawah Perpustakaan Nasional) :

 

1.   IKAPI (ikatan penerbit indonesia)

Ø  IKAPI pemainnya adalah penerbit dan percetakan murni mencari keuntungan

Ø  IKAPI lebih mudah bergerak di pasar, karena genre terbitannya sangat luas dan mudah diterima berbagai kalayak

Ø  Segmentasi anggota IKAPI terjadi secara alamiah, hal ini diperlukan oleh calon penulis untuk dapat memutuskan ke mana calon tulisannya dapat dilabuhkan ke penerbit mayor atau minor.

 

2.   APTI (asosiasi penerbit perguruan tinggi).

Ø  Lebih mementingkan kualitas terbitan yang sesuai dengan keilmuan kampus lembaga pendidikan tinggi.

Ø  Target market APTI yaitu untuk lembaga pendidikan tinggi yang menekankan pada Tridarma Perguruan tinggi.


contoh kanggotaan IKAPI


Tips untuk memilih penerbit yang akan kita pilih untuk menerbitkan tulisan kita yaitu :

Ø  Melihat penerbitnya mayor atau minor

Ø  Melihat  histori hasil terbitan masing-masing penerbit

Ø   Apabila tulisannya merupakan  tulisan Fiksi maka memilih  penerbit yang memang kuat di pasar buku Fiksi,

Ø  Apabila tulisannya merupakan  tulisan Non Fiksi maka memilih  penerbit yang memang kuat di pasar buku Non Fiksi,

 Langkah mudah untuk pengenalan awal penawaran tulisan :

Ø  Membuat semacam proposal penawaran penerbitan buku terlebih dahulu.

Ø   Proposal  dkirimkan ke e-mail penerbit - penerbit yang menjadi sasaran kita,  Isi Proposal ini adalah meliputi:

1.         Judul Utama

2.        Sub judul jika diperlukan

Sub judul ini memberikan penciri tersendiri untuk mempermudah pencarian tema. Biasanya judul utama dapat sama dengan judul-judul yang ditulis oleh penulis lain, sub judul ini sebagai ciri khas dari tulisan bapak ibu sekalian.

3.        Outline

Lengkap  dalam bentuk Bab-bab dan sub bab yang jelas hirarkinya.

4.        Target pasar sasaran tulisan kita,

Misalnya buku ini untuk Guru, Murid, atau Orang tua, atau tulisan umum semua lapisan masyarakat

5.        Menulis Curicullum Vitae kita dalam bentuk narasi

 Ini sangat penting untuk melihat kepakaran penulis di bidang apa, atau menonjol di bdang apa. Hal ini digunakan pada bagian pemasaran untuk melihat besarnya potensi calon pembaca penulis tersebut.

6.        Menyertakan satu bab sampel.

 Satu bab sampel ini akan ditelaah oleh bagian editorial, untuk melihat gaya penyampaian kita. Untuk melihat pemilihan kata (diksi) kalimat yang kita pilih, serta gaya penyampaiannya.

Untuk tema-tema tertentu gaya penyampaian ini sangat diperlukan, untuk dapat menggaet pembaca. Setiap pembaca mempunyai kecenderungan menyukai gaya tertentu dari penulisnya. Misalnya penulis menggunakan kalimat-kalimat aktif akan lebih banyak disukai oleh pembacanya dibanding dengan kalimat-kalimat pasif.

Tahap yang penting selanjutnya adalah tahapan check plagiasi, yang dilakukan oleh editor bahasa. Tahap ini akan meneliti seberapa besar penulis melakukan plagiasi terhadap tulisan lain. Cek plagiasi bisa dilakukan menggunakan aplikasi dan secara manual oleh editor-editor yang berpengalaman. Hasil dari cek plagiasi berupa laporan derajat plagiasi, yang sebenarnya secara detail dilakukan saat telah diterimanya naskah untuk diterbitkan. Jika terjadi plagiasi di batas ambang yang telah ditentukan, naskah akan dikembalikan untuk direvisi. Plagiasi ini meliputi teks dan gambar yang disadur tanpa memberikan sumber yang jelas. Sebaiknya jika menulis naskah, selalu cantumkan sumbernya untuk naskah non fiksi. Sedangkan naskah fiksi, tidak diperlukan sumbernya.

 

Di akhir pertemuan narasumber memberi pesan bahwa :

“Jangan sia-siakan kesempatan anda untuk dikenal oleh calon pembaca yang menunggu tulisan-tulisan mencerahkan yang akan hadir setiap masa “

 

Salam Literasi…

Salam Guru Hebat Indonesia…

 


WORKSHOP PENINGKATAN MUTU GURU

  Hari/tanggal      : Selasa, 9 September 2021 Narasumber     : Bapak Susanto, S.Pd (Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PGRI Kab.Musi Raw...